• Anggota tim Cassini menunggu hilangnya sinyal akhir dari pesawat ruang angkasa tersebut, yang mengindikasikan kehancurannya di atmosfer Saturnus, sekaligus berakhirnya misi 20 tahun Cassini untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang planet yang bercincin dan bulan-bulannya yang dingin, di Jet Propulsion Laboratory Pasadena, California, Jumat (15/9/2017) waktu setempat.
  • Seorang insinyur tim Cassini (kiri) menyeka air matanya dalam kendali misi di Jet Propulsion Laboratory Pasadena, setelah konfirmasi kematian pesawat ruang angkasa tersebut.
  • Gambar yang menunjukkan cincin di planet Saturnus yang diambil pada 13 September 2017 pukul 14:46 dan diterima pada 14 September pukul 11.12 dari pesawat luar angkasa NASA Cassini.
  • Cassini, pesawat antariksa pertama yang melintasi planet Saturnus, mengorbit sekitar 22 kali untuk terakhir kalinya di antara cincin dan permukaan planet pada 15 September. Pesawat ruang angkasa tersebut kemudian terbakar saat menuju atmosfer di planet gas raksasa itu.
  • Cassini, yang diluncurkan pada 1997, telah menyelidiki Saturnus, planet keenam dari matahari dan sekelilingnya dari 62 bulan yang diketahui, sejak Juli 2004 lalu. Pesawat antariksa tersebut telah menyediakan cukup data untuk hampir 4.000 makalah ilmiah. Karena kehabisan bahan bakar, Cassini kemudian ditabrakkan ke atmosfer Saturnus untuk menghindari kemungkinan suatu hari bisa bertabrakan dengan Titan, Enceladus atau bulan lainnya yang berpotensi mendukung kehidupan mikroba setempat.
16 September 2017 17:05 WIB

Akhir Misi Pesawat Antariksa Peneliti Saturnus

Metrotvnews.com, Washington: Setelah 20 tahun berada di luar angkasa, pesawat antariksa milik NASA, Cassini mengakhiri misi di Saturnus, dengan mentransmisikan data, sebelum terjun ke atmosfer planet tersebut, Jumat (15/9/2017) waktu setempat. AFP

RELATED NEWS

SEE THROUGH CAMERA

MORE

OTHER NEWS

SEE THROUGH CAMERA