• Penasihat Myanmar Aung San Suu Kyi tampil untuk pertama kalinya di depan publik sejak konflik di Rakhine 25 Agustus lalu, di Naypyidaw, Selasa (18/9/2017). Suu Kyi menyatakan bahwa negaranya tidak takut dengan pengawasan internasional terkait eksodus ratusan ribu etnis Rohingya akibat aksi kekerasan militer Myanmar di Rakhine.
  • Warga berkumpul untuk mendengarkan pidato langsung Penasihat Myanmar Aung San Suu Kyi di depan Balai Kota di Yangon. "Kami tidak ingin Myanmar menjadi negara yang terbagi dalam keyakinan agama atau etnisitas. Kita semua memiliki hak atas beragam identitas kita," kata Suu Kyi.
  • Ia mengungkapkan kesedihannya untuk semua kelompok yang mengungsi akibat kekerasan. Dia mengatakan negaranya siap kapan saja untuk menerima kembali pengungsi yang tunduk pada proses verifikasi. Tidak jelas berapa jumlah dari 410.000 orang Rohingya yang telah meninggalkan Myanmar akan memenuhi syarat untuk kembali.
19 September 2017 12:59 WIB

Suu Kyi Nyatakan Myanmar tak Takut Pengawasan Internasional

Metrotvnews.cim, Naypyidaw: Penasihat Myanmar Aung San Suu Kyi  menyatakan bahwa negaranya tidak takut dengan pengawasan internasional. Hal itu terkait eksodus ratusan ribu etnis Rohingya akibat aksi kekerasan militer Myanmar di Rakhine. AFP/Ye Aung Thu

RELATED NEWS

SEE THROUGH CAMERA

MORE

OTHER NEWS

SEE THROUGH CAMERA