• Pertempuran Lima Hari Semarang terjadi pada 14 Oktober hingga 19 Oktober 1945 karena Jepang enggan menyerahkan senjatanya pasca Proklamasi Kemerdekaan.
  • Pertempuran tersebut menewaskan ratusan orang dari kedua belah pihak, termasuk di antaranya dr Kariadi yang kemudian namanya diabadikan menjadi nama rumah sakit di Semarang.
  • Selain itu, digelar juga aksi mengirab kain batik sepanjang 66 meter di kawasan Kampung Batik, Rejomulyo, Semarang, Jawa Tengah.
  • Aksi mengirab kain batik itu dalam rangka memperingati dibakarnya kampung yang menjadi sentra batik itu oleh tentara Jepang pada 17 Oktober 1945, saat berlangsungnya pertempuran lima hari di Semarang.
15 Oktober 2017 10:25 WIB

Mengenang Pertempuran Lima Hari Semarang

Metrotvnews.com, Semarang: Sejumlah mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi di Semarang memainkan drama teatrikal di kawasan Tugu Muda Semarang, Sabtu (14/10/2017) malam untuk mengenang aksi Pertempuran Lima Hari Semarang. Peristiwa yang terjadi pada 14 Oktober hingga 19 Oktober 1945 tersebut menewaskan ratusan orang dari kedua belah pihak, termasuk di antaranya dr Kariadi yang kemudian namanya diabadikan menjadi nama rumah sakit di Semarang. ANTARA/Aji Styawan

RELATED NEWS

SEE THROUGH CAMERA

MORE

OTHER NEWS

SEE THROUGH CAMERA