• Menteri Informasi Somalia, Omar Osman, menuturkan Somalia sama sekali tidak memiliki bank darah.
  • Situasi ini diperparah dengan terbatasnya sistem layanan kesehatan setempat, sehingga menghambat penanganan medis untuk para korban.
  • Sejumlah negara, seperti Turki dan Qatar, telah membantu menyediakan bantuan medis untuk Somalia. Bantuan medis dari negara tetangga seperti Djibouti dan Kenya tiba dengan pesawat pada Selasa (17/10/2017) waktu setempat.
  • Osman menyebut, bantuan 'ambulans udara' tengah dalam perjalanan dari Qatar. Disebutkan Osman bahwa Qatar akan mengevakuasi 25 korban luka dan membawanya ke sebuah rumah sakit di Sudan.
  • Sementara Turki, yang merupakan investor terbesar Somalia, telah mengevakuasi 35 korban luka, yang dalam kondisi kritis, dengan pesawat pada Senin (16/10/2017) waktu setempat.
  • Turki juga mengirimkan tim dokter, yang terdiri atas dokter bedah dan dokter khusus luka-luka tulang belakang.
  • Dua ledakan bom truk yang mengguncang perempatan sibuk di jalanan ibu kota Mogadishu pada Sabtu (14/10/2017) waktu setempat, menghancurkan kota tersebut. Ledakan bom ini disebut sebagai serangan teror terburuk di Somalia.
17 Oktober 2017 22:18 WIB

Somalia Darurat Stok Darah untuk Korban Ledakan Bom

Metrotvnews.com, Mogadishu: Korban tewas akibat ledakan bom truk di Mogadishu, Somalia terus bertambah menjadi 300 orang. Sementara korban luka mencapai 400 orang. Somalia yang tidak memiliki bank darah, sangat membutuhkan stok darah untuk para korban, Selasa (17/10/2017). AFP

 

RELATED NEWS

SEE THROUGH CAMERA

MORE

OTHER NEWS

SEE THROUGH CAMERA