• Pinisi yang nyaris selesai ini dipesan oleh seorang pengusaha asal Kanada. Kapal ini akan melayani pelayaran di perairan Pulau Nias dan Raja Ampat.
  • Pinisi wisata tidak lagi memiliki palka untuk membawa aneka komoditas. Ruang palka kini menjadi kamar yang nyaman bagi para turis penumpangnya.
  • Kayu besi semakin langka di Bulukumba. Para perajin pinisi kini harus mendatangkan kayu yang tahan lapuk tersebut dari Sulawesi Tenggara.
  • Melonjaknya kayu besi, membuat harga pinisi terlalu tinggi bagi pengusaha pelayaran daerah yang merupakan pelanggan tradisionalnya.
  • Bisnis wisata bahari di Indonesia sedang menggeliat. Selain membuka potensi pasar baru, secara tidak langsung juga melestarikan warisan budaya bahari Nusantara.
30 Oktober 2017 19:21 WIB

Berkah Wisata Bahari Bagi Perajin Pinisi

Bulukumba: Melonjaknya harga kayu besi yang merupakan bahan baku utama pinisi, sempat nyaris membuat para perajin kapal tradisional itu di Tana Beru, Bulukumba, Sulawesi Selatan, gulung tikar. Untungnya ada geliat usaha wisata bahari yang menyelamatkannya. Pesanan yang pernah terhenti, kembali datang. (IOX Overland Celebes 2017/Dewi Nurcahyani/Ridhwan Siregar)

RELATED NEWS

SEE THROUGH CAMERA

MORE

OTHER NEWS

SEE THROUGH CAMERA