• Berkas pledoi kasus KTP elektronik dengan terdakwa Andi Narogong yang tebalnya lebih dari 1000 halaman dihadirkan dalam sidang di Pengadilan Tipikor, Jakarta.
  • Dalam pledoinya, Andi Narogong mengakui kesalahannya, karena perbuatannya, pengadaan KTP elektronik tahun anggaran 2011-2013 berujung korupsi dan merugikan keuangan negara Rp 2,3 triliun.
  • Ia juga meminta maaf kepada Bangsa Indonesia karena menggagalkan cita-cita untuk mewujudkan program KTP elektronik sebagai program identitas tunggal di Indonesia.
14 Desember 2017 21:54 WIB

Bacakan Pledoi, Andi Narogong Minta Maaf

Jakarta: Terdakwa korupsi pengadaan KTP elektronik tahun anggaran 2011-2013 Andi Narogong membacakan nota pembelaan pribadi atau pledoi di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Kamis, 14 Desember 2017. Dalam pledoinya Andi Narogong meminta maaf kepada Bangsa Indonesia karena menggagalkan cita-cita untuk mewujudkan program KTP elektronik sebagai program identitas tunggal di Indonesia. ANTARA/Rosa Panggabean

RELATED NEWS

SEE THROUGH CAMERA

MORE

OTHER NEWS

SEE THROUGH CAMERA