• Stadion Utama Gelora Bung Karno yang vintage terlihat cantik di tengah kepungan pencakar langit di Senayan.
  • Tidak bisa ditawar bahwa model atap dilarang keras diubah modelnya. Maka kontruksi tiang-tiang baja penyangganya yang diremajakan dan diperkuat.
  • Kursi lipat single seat ini bagian fitur keselamatan. Mekanisme pelipatan otomatisnya dengan cepat menghasilkan lorong yang leluasa untuk kemudahan evakuasi.
  • Penggunaan folding single seat memangkas kapasitas tempat duduk dari 80 ribu menjadi 70 ribu penonton. Tapi bila ada musibah, SUGBK bisa dikosongkan hanya dalam 15 menit.
  • Pewarnaan kursi dengan merah, putih dan abu-abu diatur sedemikian rupa. Bila diperhatikan seksama menghasilkan grafis lilitan bendera Merah Putih mengeliling interior SUGBK.
  • Tata cahaya HD LED berkekuatan 3500 lux menjadikan SUGBK stadion paling terang ke empat di dunia. Hebatnya terintegrasi dengan tata suara sehingga menghasilkan efek dramatis.
  • Hamparan rumput lapangan adalah zoysia matrella alias rumput Manila yang merupakan kelas 1 standar FIFA. Selain itu ada sistem drainase di bawahnya yang mencegah banjir.
  • Bila digunakan untuk kegiatan selain olahraga yang mendatangkan orang dalam jumlah besar, maka rumput mewah tersebut akan diselimuti agar tidak rusak.
  • Tribun VVIP dan papan skor serta penunjuk waktu ana-digi di sisi barat serta timur adalah detail vintage yang dipertahankan. Kaca tahan peluru tribun VVIP diperbaharui.
14 Januari 2018 14:33 WIB

Apa yang baru di Stadion Utama GBK?

Tantangan utama proyek renovasi Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUBGBK), Senayan, Jakarta, adalah bangunan yang direnovasi. Stadion yang dibangun pada 1962 ini merupakan cagar budaya dan karenanya fasad fisik bangunan wajib dipertahankan. Lantas apanya yang direnovasi agar memenuhi standar bintang lima FIFA? Medcom.id/Dimas/Rizkie

 

RELATED NEWS

SEE THROUGH CAMERA

MORE

OTHER NEWS

SEE THROUGH CAMERA