• Suku Kirgiz melakukan perjalanan di Yaks, koridor pegunungan Wakhan, Afghanistan, Sabtu, 7 Oktober 2017 lalu. Suku Kirgiz ialah satu dari segelintir suku nomad yang tersisa di dunia. Selama berabad-abad mereka berpindah-pindah melakukan perjalanan dengan bebas melintasi Asia Tengah dan Selatan, memotong sungai dan pegunungan yang tertutup salju dengan ternak-ternak mereka.
  • Namun, kini mereka terperangkap di 'atap dunia', Koridor atau Lembah Wakhan yang terpencil di balik pegunungan Afghanistan, nyaris tanpa jalan keluar. Pergolakan dan kekerasan politik di wilayah tersebut perlahan-lahan mengurung mereka. Tidak ada jalan dan satu per satu perbatasan terdekat telah ditutup sehingga mengancam kehidupan orang-orang Kirgiz itu.
  • "Kami menjadi orang Afghanistan tanpa disengaja. Kami tidak memilih tanah ini, tapi kami tidak punya tempat lain," kata Jo Boi, kepala suku Kirgiz yang sudah sepuh, dengan suara perlahan. Dia menambahkan, jumlah warganya hanya 1.100 jiwa. Mereka kini menempati wilayah yang tidak ramah, dengan suhu jarang menapak di atas titik beku dan tanaman tidak dapat tumbuh. Akibatnya, tingkat harapan hidup orang-orang Kirgiz sangat rendah.
  • Orang-orang Kirgiz dan suku Wakhi yang lebih besar di ujung koridor menyebut tanah mereka Bam-e-Dunya atau atap dunia karena lokasinya di konvergensi tiga pegunungan paling tinggi di Asia, yakni Hindu Kush, Karakoram, dan Pamir, bersama-sama membentuk Simpul Pamir yang terkenal. Kota terdekat ialah Ishkashim dengan waktu tempuh tiga hari dengan kuda atau yak menembus jalan setapak pegunungan yang terjal dan lembah yang sempit.
  • Sebelumnya, orang Kirgiz hanya berhenti di Wakhan selama musim panas saat melakukan perjalanan ke Kirgizstan, Tajikistan, dan wilayah Xinjiang di Tiongkok untuk menghindari musim dingin, menurut Kate Clark dari Jaringan Analis Afghanistan (AAN). Menurut Jo Boi, pada tahun ini pemerintah Kirgizstan telah memulai repatriasi dengan memindahkan beberapa keluar.
  • Koridor Wakhan terdiri dari lembah-lembah gersang dan pegunungan terjal. Sejak Great Game abad ke-19 daerah ini menjadi zona penyangga antara Kerajaan Inggris dan Rusia yang memperluas pengaruh di Asia Tengah.
08 Februari 2018 10:31 WIB

Orang-Orang Kirgiz Terjebak di Atap Dunia

Lembah Wakhan: Selama berabad-abad, orang-orang Kirgiz hidup nomaden. Mereka menjelajah kawasan Asia Tengah dan Asia Selatan, menembus sungai-sungai dan melintasi gunung-gunung bersalju dengan kawanan ternak mereka. Namun, kini mereka terperangkap di 'atap dunia', Koridor atau Lembah Wakhan yang terpencil di balik pegunungan Afghanistan, nyaris tanpa jalan keluar. FP PHOTO / Gohar Abbas

RELATED NEWS

SEE THROUGH CAMERA

MORE

OTHER NEWS

SEE THROUGH CAMERA