• "Tidak mudah menjadi diplomat saat ini karena perubahan begitu cepat sehingga ketidakpastian semakin tinggi. Inilah tantangan bagi diplomat kita," kata Presiden Jokowi.
  • Presiden menyebutkan masyarakat Indonesia yang mencapai sekitar 260 juta jiwa berharap diplomat Indonesia mampu memperjuangkan kepentingan rakyat Indonesia.
  • "Pendekatan diplomasi harus diperbarui menyesuaikan dengan tantangan zaman, diplomasi tidak bisa lagi yang membuang anggaran tetapi diplomasi harus yang menghasilkan uang, berpihak kepada perlindungan WNI, membela kedaulatan negara, perdamaian dan kesejahteraan," kata Jokowi.
  • Ia menyebutkan dalam tiga tahun terakhir diplomasi Indonesia mendapat penghargaan dari berbagai pihak seperti Presiden Palestina, Presiden Afghanistan, dan dari Iran. "Kemarin kita juga ke Bangladesh, kita telah masuk dan membantu komunikasi Pemerintah Bangladesh dan Myanmar dalam penanganan pengungsi (Rohingya,red)," katanya.
12 Februari 2018 13:15 WIB

Jokowi Ingatkan Tugas Diplomat Saat Ini tidak Mudah

Jakarta: Presiden Joko Widodo membuka Rapat Kerja Kepala Perwakilan Luar Negeri Republik Indonesia di Gedung Pancasila Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Senin, 12 Februari 2018. Dalam sambutannya Presiden mengingatkan bahwa tugas para diplomat sekarang ini tidaklah mudah. ANTARA/Wahyu Putro A

RELATED NEWS

SEE THROUGH CAMERA

MORE

OTHER NEWS

SEE THROUGH CAMERA