• Citra satelit yang diambil oleh Digital Globe pada 19 Februari 2018 dan keluarkan Human Rights Watch pada 23 Februari 2018 menunjukkan desa-desa warga etnik Rohingya yang sudah diratakan dengan buldoser di Negara Bagian Rakhine, Myanmar.
  • HRW mengatakan bahwa penghancuran bangunan di kawasan utara negara bagian Rakhine itu berpeluang menghilangkan bukti pelanggaran hak asasi manusia oleh tentara, yang menyisir desa Rohingya untuk mencari penyerang sejumlah pos polisi pada 25 Agustus tahun lalu.
  • Gerakan militer kemudian memaksa hampir 700.000 warga Rohingya mengungsi ke perbatasan Bangladesh. Banyak di antara pengungsi itu menyatakan menyaksikan pembunuhan, pemerkosaan dan pembakaran desa oleh tentara Myanmar.
  • Menjawab laporan HRW tersebut, Menteri Kesejahteraan Sosial Myanmar Win Myat Aye beralasan bahwa pembongkaran tersebut merupakan bagian dari rencana untuk membangun kembali desa-desa dengan standar yang lebih tinggi dari sebelumnya. Namun, banyak warga Rohingya menolak untuk kembali tanpa jaminan hak dan keamanan dasar.
24 Februari 2018 10:22 WIB

Myanmar Buldoser Desa-desa Rohingya

Yangon: Human Rights Watch (HRW) pada Jumat, 23 Februari 2018 menyatakan bahwa Myanmar meratakan sedikitnya 55 desa, yang sebelumnya dikosongkan dari penghuni suku Rohingya sejak akhir tahun lalu. AFP/Digital Globe dan Human Rights Watch

RELATED NEWS

SEE THROUGH CAMERA

MORE

OTHER NEWS

SEE THROUGH CAMERA