• Wali Kota Kendari, Sulawei Tenggara, Adriatma Dwi Putra menggunakan rompi tahanan KPK dikawal petugas menuju mobil tahanan di Gedung KPK, Jakarta.
  • Cagub Sulawesi Tenggara sekaligus mantan Wali Kota Kendari, Asrun menggunakan rompi tahanan KPK dikawal petugas menuju mobil tahanan di Gedung KPK, Jakarta.
  • KPK resmi menahan Asrun dan anaknya Adriatma Dwi Putra setelah resmi menetapkan empat orang hasil operasi tangkap tangan di Kendari sebagai tersangka kasus dugaan suap pengadaan barang dan jasa di Pemerintah Kota Kendari dengan nilai total suap sebesar Rp2,8 miliar yang akan digunakan sebagai modal kampanye Asrun dalam Pilgub Sultra 2018-2023.
  • Suasana agak ricuh karena seiring keduanya masuk ke mobil tahanan, sejumlah pendukung yang hadir menangis dan memukul-mukul mobil tahanan.
  • Setelah itu, tampak mantan Kepala BKSAD Kendari Fatmawati Faqih dan pengusaha bernama Hasmun Hamzah turut ditahan KPK. Hasmun hanya diam, sedangkan Fatmawati sempat membantah menjadi penghubung antara Asrun dengan Hasmun.
  • Dirut PT Sarana Bangun Nusantara Hasmun Hamzah menggunakan rompi tahanan KPK dikawal petugas menuju mobil tahanan di Gedung KPK, Jakarta.
01 Maret 2018 17:54 WIB

Wali Kota Kendari dan Ayahnya Resmi Ditahan KPK

Jakarta: Penyidik KPK resmi menahan ayah dan anak, Asrun dan Adriatma Dwi Putra, Kamis, 1 Maret 2018. Asrun merupakan calon Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), sedangkan Adriatma adalah Wali Kota Kendari. Keduanya ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap pengadaan barang dan jasa di Pemerintah Kota Kendari. MI/ROMMY PUJIANTO

RELATED NEWS

SEE THROUGH CAMERA

MORE

OTHER NEWS

SEE THROUGH CAMERA