• Sejak pameran dibuka pada 5 April 2018, Paviliun Indonesia selalu menarik minat para pengunjung. Tercatat sekitar 10 ribu orang mengunjungi Paviliun Indonesia. Strategi pemasaran melalui free testing kopi yang disertai 'coffee cupping' dan 'roulette game' juga menjadi cara tersendiri Paviliun Indonesia yang digawangi KBRI Seoul dan Indonesian Trade and Promotion Center yang berkedudukan di Busan. Hal tersebut ternyata cukup menarik perhatian pengunjung. Banyak diantara mereka yang mengantre untuk mencoba kopi Indonesia.
  • Capaian Indonesia di pameran kopi ini secara tidak langsung juga dipengaruhi lokasi paviliun yang strategis. Paviliun Indonesia berada di Hall A dan hanya berjarak 100 meter dari pintu masuk utama pameran. Demikian halnya dengan konstruksi paviliun yang cukup megah dengan menampilkan gambar peta Indonesia dari biji kopi dengan tulisan kopi dari masing-masing daerah yaitu 'Aceh Gayo Coffee', 'Luwak Coffee', 'Java Robusta Coffee', 'Kintamani Coffee', 'Sulawesi Coffee', bahkan 'Papua Coffee' dengan tagline 'Home of The Finest Coffee'.
  • Duta Besar RI untuk Korea Selatan Umar Hadi menyambut baik hasil gemilang pameran kopi ini. "Sudah saatnya kita melakukan diversifikasi komoditas perdagangan Indonesia ke Korsel. Kopi menjadi salah satu komoditas yang bisa kita andalkan," demikian Dubes Umar Hadi.
  • "Hal yang masih menjadi pekerjaan rumah bagi kita semua adalah bagaimana caranya agar ekspor kopi kita semakin banyak dalam bentuk jadi yang nilai tambahnya lebih banyak di Indonesia. Perlu kita kembangkan sentra-sentra perkebunan dan produksi kopi 'end-to-end' di berbagai daerah. Dengan begitu, kesejahteraan petani kopi pun akan lebih terjamin," kata Dubes Umar. "Kita juga mengundang mitra-mitra potensial Korea untuk menanamkan modal di sektor produksi kopi di Indonesia. Selain modal, mereka juga bisa bawa teknologi produksi dan jaringan pemasaran."
10 April 2018 10:50 WIB

Pameran Kopi RI di Seoul Catat Transaksi Rp110 Miliar

Seoul: Dalam waktu 4 hari keikutsertaan Indonesia pada International Coffee Expo Seoul 2018 telah terjadi transaksi langsung maupun komitmen pembelian senilai USD8,12 juta atau setara dengan Rp110 milyar. Pameran kopi tersebut berakhir pada 8 April lalu. KBRI Seoul

RELATED NEWS

SEE THROUGH CAMERA

MORE

OTHER NEWS

SEE THROUGH CAMERA