• Anak-anak suku kecil Kawliya di Al-Zuhour, Provinsi Diwaniya kembali dapat bersekolah, setelah bertahun-tahun tidak mendapatkan akses pendidikan karena dihancurkan oleh petempur pegaris keras.
  • Al-Zuhour dikenal secara lokal sebagai Desa Gipsi, terletak di dekat Kota Diwaniya, 150 kilometer selatan Baghdad. Sekitar 420 orang tinggal di rumah lumpur dan gubuk buluh berjajar di jalan tidak beraspal.
  • Sekolah dasar dan klinik desa itu tidak memiliki layanan dasar, dibangun oleh pemerintah Saddam Hussein dan rusak oleh petempur dalam serangan mortir terhadap desa tersebut pada akhir 2003, berbulan-bulan sesudah serbuan pimpinan Amerika Serikat menggulingkannya.
  • Sekolah itu dibuka kembali dengan bantuan dana badan PBB UNICEF sesudah gerakan dimulai pegiat warga di Facebook berjuluk Saya Manusia. Sekolah itu terdiri atas sekelompok karavan, yang disediakan UNICEF di pinggiran Al-Zuhoor.
  • Sekolah itu memiliki 27 anak-anak berusia enam hingga 10 tahun dan seorang kepala sekolah serta dua guru.
19 April 2018 13:43 WIB

Setelah 14 Tahun, Anak-anak Kawliya-Irak Kembali Bersekolah

Al-Zuhour: Suku kecil Kawliya di Irak, juga dikenal sebagai gipsi negara itu, sejak lama dipinggirkan oleh masyarakat. Namun, di Al-Zuhour, mereka akhirnya memiliki sekolah dasar lagi hampir 14 tahun setelah satu-satunya sekolah di desa itu dirampok dan dihancurkan oleh petempur pegaris keras. AFP/Haidar Hamdani

RELATED NEWS

SEE THROUGH CAMERA

MORE

OTHER NEWS

SEE THROUGH CAMERA