• Aparat keamanan dengan senjata api berpatroli di antara wisatawan yang akan meninggalkan Pulau Boracay, Filipina, Selasa, 24 April 2018. Pulau Boracay akan ditutup untuk wisatawan selama enam bulan ke depan karena tercemar limbah.
  • Pihak berwenang mengadakan pelatihan langkah-langkah keamanan dan meminta penduduk asli pulau kecil itu untuk menunjukkan kartu identitas di pintu gerbang Pelabuhan Caticlan sebelum diizinkan masuk. Pekerja tidak keberatan dengan pemeriksaan keamanan, namun lebih khawatir pekerjaan mereka. Pasalnya, penutupan itu mengancam mata pencaharian 17.000 hotel, restoran, dan pekerja pariwisata lainnya, ditambah 11.000 pekerja konstruksi.
  • Sementara itu para turis yang tersisa pergi berenang meskipun ada air ganggang di dekat pantai, yang menurut pemerintah karena limbah dibuang ke perairan.
  • Setelah dipuji sebagai salah satu tujuan liburan utama dunia oleh majalah perjalanan, Boracay kini menjadi salah satu tujuan wisata terpuruk di Asia Tenggara akibat kerusakan lingkungan yang tak terkendali. Para pejabat menemukan bahwa sistem drainase di pulau itu dipakai untuk mengirim limbah yang tidak diolah dari hotel dan restoran ke perairan pirus.
  • Duterte akan menangkap orang-orang yang mencoba untuk memblokade upaya pemerintah untuk merehabilitasi sistem pembuangan limbah dan menghancurkan bangunan ilegal. Namun tidak ada tanda-tanda perlawanan saat pembersihan.
25 April 2018 10:42 WIB

Tercemar Limbah, Pulau Boracay Ditutup

Manila: Polisi dengan senjata api berpatroli di pintu masuk Pulau Boracay, Selasa, 24 April 2018, beberapa hari sebelum penutupan dan pembersihan sementara selama enam bulan terhadap salah satu tempat wisata terkenal di Filipina itu. Presiden Rodrigo Duterte memberlakukan larangan masuk sementara terhadap para pengunjung mulai Kamis, 26 April 2018 karena resor pasir putih itu tercemar limbah buangan. AFP/Noel Celis

RELATED NEWS

SEE THROUGH CAMERA

MORE

OTHER NEWS

SEE THROUGH CAMERA