• Xia Boyu, pendaki difabel asal Tiongkok yang kehilangan dua kakinya karena membeku di Everest, berpose untuk difoto seusai wawancara di Bhaktapur, Kathmandu, Rabu, 4 April 2018 lalu. Xia, pendaki difabel tanpa dua kaki pertama yang diberikan izin untuk mendaki Gunung Everest.
  • Dalam usianya yang ke-69, Xia menuntaskan usaha yang kelimanya untuk mencapai puncak gunung bertinggi 8.848 meter itu. "Dia mencapai puncak Senin pagi ini bersama tujuh anggota lain dari timnya," kata Dawa Futi Sherpa dari Imagine Trek and Expedition, yang mengorganisasi tawaran Everest Xia.
  • Kendati demikian, mimpi Xia untuk berdiri di puncak dunia hampir digagalkan pemerintah Nepal, yang tahun lalu melarang penderita amputasi ganda dan pendaki buta memanjat pegunungan tersebut. Keputusan itu dibatalkan pengadilan tinggi Nepal, dengan alasan larangan itu diskriminasi terhadap penyandang cacat.
  • Xia pertama kali mencoba menaklukkan Everest dengan tim yang didukung pemerintah Tiongkok pada 1975. Namun, usahanya gagal oleh cuaca buruk. Dia terjebak di lingkungan dingin, dengan oksigen yang tipis di dekat puncak Everest dan menderita radang dingin yang parah sehingga kehilangan kedua kakinya. Pada 1996 kakinya diamputasi tepat di bawah lutut setelah didiagnosis dengan limfoma, suatu bentuk kanker darah.
  • Pendaki ulet itu kembali ke Everest pada 2014 dan 2015, tapi musim pendakian Nepal dibatalkan dua tahun karena bencana. Cuaca buruk memaksanya untuk kembali saat upayanya pada 2016 hampir berhasil. Ketika itu, dia hanya tinggal 200 meter untuk mencapai puncak. Seorang pendaki lainnya yang juga berhasil menuju puncak Everest setelah amputasi ganda ialah Mark Inglis asal Selandia Baru pada 2006.
15 Mei 2018 14:46 WIB

Tanpa Dua Kaki, Pria Ini Capai Puncak Everest

Kathmandu: Kehilangan anggota tubuh karena suatu kejadian biasanya akan membuat seseorang trauma. Namun, tidak bagi Xia Boyu, pendaki asal Tiongkok yang kehilangan kedua kakinya akibat serangan radang dingin di Everest empat dasawarsa silam. Dia akhirnya berhasil mencapai puncak gunung tertinggi di dunia itu, Senin, 14 Mei 2018. AFP/Prakash Mathema

RELATED NEWS

SEE THROUGH CAMERA

MORE

OTHER NEWS

SEE THROUGH CAMERA