• Keluarga beserta kerabat membawa foto Sri Pujiastuti korban bom Surabaya saat mengikuti prosesi pemakaman di TPU Bonoloyo, Solo, Jawa Tengah, Selasa (15/5). ANTARA/Mohammad Ayudha
  • Sri Pujiastuti merupakan salah satu korban meninggal akibat ledakan bom di Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS) pada Minggu (13/5) lalu. ANTARA/Mohammad Ayudha
  • Jenazah Legita disambut isak tangis saat tiba di Gereja Hati Santa Perawan Maria Tak Bernoda, Tangerang, Selasa (15/5). AFP / BIMA SAKTI
  • Legita atau Lim Gwat Ni (56) merupakan satu dari belasan korban tewas dari ledakan bom di Surabaya, Jawa Timur, diketahui asal Kota Tangerang. ANTARA/Muhammad Iqbal
  • Novi (kanan) kakak dari Daniel Agung Putra Kusuma korban bom bunuh diri di Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS) berada disamping pusara ketika pemakaman di Makam Putat Gede Surabaya, Jawa Timur, Selasa, Selasa (15/5). AFP/MICHAEL AMMAR
  • Keluarga menghadiri pemakaman Martha Djumani atau Bing Bing, korban ledakan bom di Gereja Pantekosta di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Keputih, Rabu, (16/5). AFP/JUNI KRISWANTO
  • Isak tangis keluarga dan kerabat menyelimuti pemakaman Martha Djumani atau Bing Bing, korban ledakan bom di Gereja Pantekosta. AFP/JUNI KRISWANTO
16 Mei 2018 14:46 WIB

Tangis Haru Keluarga Korban Teror Bom Surabaya

Jakarta: Selama tiga hari berturut-turut, Indonesia diguncang kabar duka menjadi kabar duka. Minggu, 13 Mei kemarin, Kota Pahlawan Surabaya, Jawa Timur diguncang bom di tempat ibadah. Sebanyak tiga gereja diledakkan oleh teroris dengan waktu hampir bersamaan. Akibat bom tersebut, banyak korban meninggal dunia. Bom ini telah meninggalkan luka fisik ataupun psikis dan meninggalkan trauma yang mendalam pada korban. AFP/ANTARA

RELATED NEWS

SEE THROUGH CAMERA

MORE

OTHER NEWS

SEE THROUGH CAMERA