• Kepada para jajarannya, Jokowi menekankan bahwa terorisme adalah kejahatan luar biasa terhadap negara bangsa dan kemanusiaan.
  • "Karena terorisme adalah kejahatan yang luar biasa maka harus dihadapi, dilawan, diperangi, dengan cara yang juga luar biasa," kata Jokowi saat membuka rapat terbatas.
  • Presiden meminta pendekatan "hard power" dan "soft power" dipadukan dalam rangka pencegahan dan penanggulangan terorisme.
  • Kepala BIN Budi Gunawan (kiri), Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian (kedua kiri) Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto (kedua kanan) dan Menkominfo Rudiantara mengikuti rapat terbatas mengenai terorisme di Kantor Presiden, Jakarta.
22 Mei 2018 18:51 WIB

Jokowi Minta Terorisme Diperangi dengan Cara Luar Biasa

Jakarta: Presiden Joko Widodo memimpin rapat terbatas pencegahan dan penanggulangan terorisme di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, 22 Mei 2018. Presiden meminta agar kejahatan terorisme dapat diperangi dengan cara-cara luar biasa, yaitu dengan memadukan pendekatan "hard power" dan "soft power". ANTARA/Wahyu Putro A

RELATED NEWS

SEE THROUGH CAMERA

MORE

OTHER NEWS

SEE THROUGH CAMERA