• Tabuik diawali pada 1 Muharram, yakni dilaksanakannya prosesi 'Maambiak Tanah' atau mengambil tanah oleh dua kelompok Tabuik, yakni Nagari Pasa dan Subarang. Prosesi ini bermakna, bahwa manusia berasal dari tanah.
  • Kemudian pada 5 Muharram, prosesi dilanjutkan dengan 'Manabang/Maambiak Batang Pisang' atau menebang batang pisang dengan satu tebasan, melambangkan apa yang dilakukan oleh musuh Allah terhadap Hasan-Husein.
  • Selanjutnya, ada sejumlah prosesi lainnya menjelang 10 Muharram, yakni 'Maatam', 'Maradai', 'Maarak Panja/Jari-jari', 'Maarak Saroban', 'Tabuik Naiak Pangkek', dan 'Hoyak Tabuik' hingga dibuang ke laut.
  • Awalnya, pesta budaya itu merupakan perayaan dalam rangka memperingati gugurnya Imam Husein, cucu Nabi Muhammad SAW. Dilakukan mulai 1 hingga 10 Muharram.
  • Namun kini, perayaan Tabuik disesuaikan dengan kebutuhan pariwisata, dengan tetap menjaga seluruh prosesi tetap dilaksanakan. Waktu pelaksanaanya pun bertambah panjang, dari hanya satu minggu, kini menjadi dua minggu lebih.
  • Selain berdampak ekonomi dan tingkat kunjungan wisata, penyelenggaraan pesta budaya tabuik itu juga mendorong lahirnya berbagai sanggar kesenian daerah.
  • Pemkot Pariaman bersama masyarakat berkomitmen untuk terus menjaga seni dan kebudayaan daerah itu, dengan harapan generasi selanjutnya dapat menikmati serta melestarikannya.
15 Oktober 2018 17:49 WIB

Melestarikan Tabuik Pariaman

Padang: Kota pantai sekitar 20 kilometer dari Kota Padang, Sumatera Barat itu memiliki perhelatan budaya dan pariwisata yang sanggup menarik ribuan orang untuk datang menyaksikannya, yakni Tabuik, yang merupakan perayaan Asyura (10 Muharram). Antara Foto/Iggoy el Fitra

RELATED NEWS

SEE THROUGH CAMERA

MORE

OTHER NEWS

SEE THROUGH CAMERA