• Setelah mendapatkan pengarahan tentang kondisi cuaca dan rencana operasi hari ini, para penyelam berdoa bersama.
  • Sementara itu tabung-tabung penyelaman kembali diperiksa kondisinya.
  • Menuju titik penyelaman. Dugaan sementara penyebab meninggalnya Syachrul Anto adalah dekompresi (terlalu cepat naik ke permukaan).
  • Sebuah kapal cepat Basarnas merapat ke KN Basudewa untuk menyerahkan temuan puing pesawat dan korban musibah yang terjadi pada 29 Oktober 2018 pagi.
  • Pelampung yang tak sempat dikembangkan penumpang Lion Air JT-610. Seluruh penumpang yang berjumlah 181 orang dan delapan awak pesawat dinyatakan tewas.
  • Tim penyelam tidak hanya dari Basarnas, tapi juga pasukan katak TNI AL dan Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSSI).
  • Dua penyelam yang baru menyelesaikan misi evakuasi dari dasar laut membersihkan diri dengan cairan antiseptik. Tujuannya mematikan kuman dari jasad korban dan bahan bakar minyak yang menempel di badan.
  • Beristirahat menunggu giliran menyelam lagi. Butuh waktu 1,5 jam pelayaran dari dermaga JICT Tanjung Priok, Jakarta, hingga ke areal pencarian di perairan Karawang dan Indramayu.
  • Selain menguras tenaga, misi penyelaman SAR bisa sangat emosional. Sejenak menyendiri seperti penyelam ini, kadang perlu untuk menenangkan diri,
  • KN Basudewa adalah satu dari lima kapal yang Basarnas kerahkan ke lokasi. Empat lainnya dari markas Basarnas di Lampung, Padang, Semarang dan Bandung.
04 November 2018 00:06 WIB

Di Kapal Pencari Korban Musibah Lion Air JT610

Karawang: Ratusan orang dilibatkan dalam pencarian korban musibah jatuhnya pesawat terbang Lion Air JT610 di perairan Karawang hingga Indramayu. Di KN Basudewa yang bagai 'kapal induk', para penyelam yang jadi ujung tombak operasi mempersiapkan peralatan dan mentalnya. Berpulangnya penyelam Syachrul Anto sehari sebelumnya, Jumat (2/11/2018), membuat mereka lebih berhati-hati. (medcom.id/Dewi Nurcahyani)

 

RELATED NEWS

SEE THROUGH CAMERA

MORE

OTHER NEWS

SEE THROUGH CAMERA