• Selain berisi berbagai macam jajanan, pasar tersebut juga menawarkan daya tarik keindahan alam pedesaan, kuliner tradisional dan nuansa 'tempo doeloe'. Pedagang wanita berpakaian kebaya dengan caping di kepala sedangkan pedagang pria mengenakan Sorjan dan ikat kepala batik dengan tempat berjualan berupa Lincak atau meja bambu.
  • Makanan tradisional khas Magelangan yang tersedia seperti tempe-tahu Bacem, tahu kupat, nasi jagung, pepes ikan kali, dawet dan lain-lain.
  • Ada juga dijual aneka kerajinan dan mainan tradisional.
  • Yang lebih unik dan menarik yaitu transaksi di pasar tersebut menggunakan mata uang Benggol (koin terbuat dari kayu) yang setiap kepingnya bernilai Rp2.000. Sebelum memasuki pasar pengunjung bisa menukarkan uang rupiah menjadi Benggol di loket yang telah disediakan pengelola.
  • Sepanjang jalan menuju pasar, pengunjung disuguhi pemandangan hamparan persawahan hijau di kanan kiri jalan serta lorong bambu yang unik dengan sejumlah spot foto yang instagramable.
  • Pasar yang mengangkat kearifan lokal tersebut digagas oleh pemuda setempat dengan tema yang kreatif dan penuh inovasi untuk melihat peluang pasar yang besar. Terbukti dengan banyaknya pengunjung yang datang dari berbagai daerah yang mencapai ribuan orang setiap kali pasar ini buka.
  • Warga setempat dan pengelola berharap nantinya Pasar Kebon Watu Gede dapat mendongkrak angka wisatawan yang akan berkunjung di wilayah Kabupaten Magelang, baik lokal maupun mancanegara.
16 Desember 2018 18:18 WIB

Ayo Berwisata ke Pasar Kebon Watu Gede

Magelang: Terletak di kawasan lereng Gunung Sumbing, Pasar Kebon Watu Gede merupakan destinasi wisata alternatif baru berada di Dusun Jetak, Desa Sidorejo, Bandongan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Pasar yang berada di tengah kebun bambu itu digelar setiap Minggu Legi dan Minggu Pahing penanggalan Jawa. Antara Foto/Anis Efizudin

RELATED NEWS

SEE THROUGH CAMERA

MORE

OTHER NEWS

SEE THROUGH CAMERA