• Misi yang dipimpin Mayor Laut Agus Daryanto itu dilakukan bersama 36 kru dengan tujuan awal Pelabuhan Bakauheni. Setelah dua jam perjalanan, kapal yang memiliki panjang 45,5 meter dan lebar 7,9 meter itu akhirnya tiba di Lampung.
  • Pengiriman logistik dan bantuan pun mulai disiapkan oleh para prajurit TNI, Basarnas, serta dibantu para relawan.
  • Setelah semua logistik dan bantuan dipastikan terangkut, perjalanan kembali dilanjutkan menuju Pulau Sebuku. Di tengah perjalanan, KRI Torani 860 yang dibekali kemampuan navigasi yang mumpuni itu melakukan tugas pertama yaitu memantau erupsi Gunung Anak Krakatau.
  • Dengan jarak kurang lebih sepuluh kilometer, kru melakukan pemantauan dan memberikan laporan pandangan mata aktivitas gunung tersebut.
  • Setelah misi pertama selesai, KRI Torani 860 melanjutkan perjalanan misi kedua ke Pulau Sebuku untuk mengirim bantuan. Tetapi sesampainya di pulau itu, mereka malah mendapatkan misi baru yaitu untuk mengevakuasi warga yang terjebak.
  • Malam itu juga, tim melakukan evakuasi satu persatu warga. Dengan bantuan tenaga dari para relawan, akhirnya 67 warga berhasil dibawa ke atas kapal dengan selamat menuju Lampung.
04 Januari 2019 11:12 WIB

Misi Kemanusiaan KRI Torani 860

Banten: Pagi itu, angin Musim Barat berhembus cukup kencang menerpa bibir dermaga Indah Kiat Banten. Kapal Perang Indonesia (KRI) Torani 860 terlihat sedang bersandar. Kapal perang jajaran Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) yang merupakan jenis kapal patroli cepat tersebut akan mengemban misi memantau aktivitas Gunung Anak Krakatau. Selain itu, mereka juga mendapatkan tugas untuk mengirim bantuan ke warga Pulau Sebuku pascabencana tsunami Selat Sunda. Antara Foto/Muhammad Adimaja

RELATED NEWS

SEE THROUGH CAMERA

MORE

OTHER NEWS

SEE THROUGH CAMERA