NEWSTICKER

Kasatpol PP Makassar Jadi Perencana Pembunuhan, Kriminolog: Ada Masalah dengan Kualitas & Tata Kelola Satpol PP

19 April 2022 20:57

Cemburu dalam cinta segi tiga diyakini sebagai faktor pendorong Kasatpol PP Makassar, M Iqbal Asnan, membunuh seorang pegawai Dishub Makassar, Najamuddin Sewang. Eksekusi rencana pembunuhan dengan cara ditembak senjata api dilakukan oleh SL, seorang oknum polisi.

Kasus ini menjadi sorotan bukan hanya karena faktor cinta segi tiga, melainkan otak dari raksi pembunuhan berencana ini adalah seorang pejabat tinggi pemerintahan daerah. Jabatannya pun Kasatpol PP yang membawahi ratusan aparat Satpol PP dangan tugas utama memberikan rasa aman dan menegakkan ketertiban di masyarakat. 

Secara terbuka kriminolog Universitas Indonesia (UI), Adrianus Meliala, menyatakan bahwa secara umum jajaran Satpol PP -tidak hanya di Pemkot Makassar, tapi juga daerah lainnya- masih punya masalah dengan kualitas SDM dan tata kelola yang lemah. Seragam tugas aparat Satpol PP yang bergaya militer look membuat orang yang mengenakan merasa jumawa.

"Maka nantinya Satpol PP tak perlu menampilkan anggota yang penuh dengan seragam dengan pangkat-pangkat sehingga menimbulkan kesan jumawa, terlalu percaya diri  dan lalu berani masuk pada situasi yang melanggar hukum,” kata Adrianus dalam Prime Time News Metro TV, Selasa (19/4/2022).

Di sisi lain, dalam kasus ini ada keterlibatan oknum polisi. Kali menurut Adrianus Meliala bukan karena faktor psikologis akibat seragam. Melainkan adanya kedekatan emosional antara Iqbal dengan SL, oknum polisi yang menjadi eksekutor penembakan Najamuddin Sewang. 

Ada hubungan kekerabatan dengan Iqbal, menciptakan perasaan untuk balas budi atau berbakti merasa lebih muda. Meski ada uang terima kasih sebesar Rp85 juta yang diberikan kepada SL dan dua anggota tim eksekutor. Modus seperti ini amat lazim ditemui dalam banyak kasus pembunuhan berencana. 

“Kelompok yang disebut pembunuh bayaran ini bukan benar-benar pembunuh bayaran dalam arti orang yang bekerja berbasis upah atau profesional, tetapi lebih pada hubungan baik,” kata Adrianus.



(Suryani Wandari Putri Pertiwi)